Dari Abu Bakar As Shiddiq ra, ia berkata: Bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Iblis berkata: ‘Aku merusakkan mereka (umat Islam) dengan dosa-dosa, lalu mereka (orang Islam) merusakkan aku dengan istighfar, maka tatkala aku melihat demikian, aku merusakan mereka (orang Islam) dengan hawa keinginan bid’ah, lalu mereka menyangka bahwa mereka itu mendapat petunjuk yang benar, maka mereka (orang Islam) tidak memohon ampunan. (HR Ibnu Abi Ashim)
Keterangan:
Dari nukilan hadist diatas sudah sangat jelas orang-orang yang melalukan perbuatan bid’ah tidak akan merasa bersalah dalam melakukan amalan yang tidak di perintah oleh Allah dan Rasul-Nya dan mereka menyangka bahwasannya amalan yang dilakukan adalah baik menurutnya.
Para ulama pun telah memperingati bahaya bid’ah, bahkan mereka menyebutkan bahwa bid’ah lebih disukai oleh iblis dibandingkan kemaksiatan, karena pelaku bid’ah lebih sulit untuk bertaubat dibandingkan seorang maksiat. Hal ini terjadi karena pelaku bid’ah akan menganggap perbuatannya adalah kebaikan, akan tetapi pelaku maksiat sebaliknya menyadari bahwa dia melakukan perbuatan dosa.
Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah mengabarkan kita untuk menghindarkan diri dari perbuatan yang mengada-ada dalam hal agama, yaitu bid’ah sebagaimana sabdanya
وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِى النَّارِ
Dan setiap yang diada-adakan adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat dan setiap yang sesat berasal dari neraka. HR An Nasaii dalam Kitab Sunannya bab Shalah I’edain
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga telah memperingati umat islam tentang bahaya bid’ah, bahwasanya amal ibadah yang tidak dilakukan berdasarkan petunjuk beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tertolak di sisi Allah subhanahu wa ta’ala.
No comments:
Post a Comment